Mairin bangun dan sadar bahwa ia tidak sendirian di kamar kecil itu, di tempat ia tidur tadi. Bulu kuduknya berdiri dan dengan hati-hati ia membuka satu mata untuk melihat Ewan McCabe berdiri di pintu masuk.
Cahaya matahari
mengintip melalui jendela, menembus celah-celah selimut dari bulu binatang.
Namun sinar itu entah bagaimana membuat Ewan tampak lebih menyeramkan, daripada
jika dia berdiri dalam kegelapan. Di bawah sinar matahari, Mairin bisa melihat
betapa besarnya pria itu. Ewan kelihatan menakutkan, berdiri di bawah pintu
yang lebarnya hampir sama dengan tubuhnya.
“Maaf aku
mengganggumu,” kata Ewan dengan suara serak. “Aku sedang mencari putraku.”
